Satria dan kedua sahabatnya kini tengah berada didalam kelas seraya mendengarkan guru yang tengah menerangkan materi saat ini. Walaupun ia telah menatap ke arah depan, sesekali , matanya itu melirik pada kursi yang berada di sebelahnya. "Sepi." Pikirnya yang kini terpecah antara pelajaran dan juga Athena. Satria mulai mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan tepat diujung sana, seseorang menatapnya denga tatapan yang tak bisa ia artikan. . . Setelah bel berunyi , Arthur dan juga Sakha membalikkan tempat duduknya yang kini tepat menghadap kebelakang. Mereka berbincang untuk merencanakan kepergian mereka nanti saat sepulang sekolah , yaitu pergi ke rumah duka. Suara langkah mendekatpun menghentikan obrolan mereka bertiga . "Hai." Ucapnya dengan nada santai , namun jelas akan pen

