Kebahagiaan yang Nyata

2567 Kata

Hari-hari selanjutnya dilalui Riana dan Jaka dengan penuh kebahagiaan. Kakek Jaka, sudah pulang kembali ke rumahnya dan tinggallah pasangan muda tersebut berduas aja. Jaka semakin protektif dengan kehamilan Riana yang sudah memasuki bulan kelima. Ia tidak pernah membiarkan Riana untuk melakukan pekerjaan berat sendirian. “Mi!, maafkan Papi yang tidak bisa menggaji seorang asisten rumah tangga biar Mami tidak kecepakan di saat hamil seperti ini.” kata Jaka, sambil mengelus perut Riana yang sudah semakin membesar. Riana tersenyum ke arah Jaka, “Sudah berapa kali Mami bilang, kalau tidak masalah tanpa seorang asisten rumah tangga, karena Mami bisa melakukannya sendiri. Lagipula, Papi juga sering membantu Mami, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga ini.” “Harus dong!, Papi, ‘kan, suami ida

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN