Sadar kalau ibunya menjadi kesal, Jaka pun mendekati ibunya dan merangkulnya dengan sayang, “Ibu, kalau marah begitu nanti cantiknya hilang. Terus, ayah dimbil sama tante-tante muda dan genit yang ada di luar sana jangan nangis, ya!” Jaka mendapatkan cubitan yang sangat keras di pinggangnya, “Dasar anak bandel!, sudah salah, bukannya minta maaf malah mengatai ibunya jelek dan mendoakan agar ayahnya digaet sama tante-tante muda di luaran sana.” Semakin erat pelukan yang diberikan Jaka kepada ibunya, seraya berkata, “Ih, ibu kenapa jadi salah paham sih!. Mana ada kalimat dariku tadi yang bilang begitu. Ibu sensian amat sih!, lagi dapet ya ibu, makanya mudah emosi?” Sebagai anak yang baik dan berbudi, juga tidak mau dikutuk menjadi batu, Jaka lalu berlutut di bawah kaki ibunya dan menciumn

