pertemuan

860 Kata
di bandara terlihat 2 wanita sedang duduk menunggu,sedangkan pria yang mereka tunggu baru turun dari pesawat"mah itu ayah sudah mendarat" "iya sayang kamu telfoni kakak kamu geh sana bilang ketemu di kafe Deket sini kita makan siang sama sama" "iya udah aku keluar bentar ya mah di sini brisik " di tempat lain sela duduk di kafe sesuai yang dia janjikan pada adik nya sila "yakin aku gak papa ikut makan siang bareng kalian sel" "ya gak papa lah bukan nya kamu juga kepercaya'n ayah kan jadi biasa aja kali" "eh itu mereka udh Sampek" putra Sarah dan sila turun dari mobil dan menghampiri sela dan Rian "itu siapa yang sama ayah kamu sel cantik" sela tertawa melihat Rian terpesona dengan adik nya "itu adik ku sila cantik kan hanya saja dia tidak suka banyak bergaul" "Hay sayang apa kabar" putra memeluk putri sulung nya itu "baik yah,ayah sendri sehat kan" "sehat sayang" "eh ada nak Rian,apa kabar" "baik Tante,Tante dan om apa kabar" "kami baik Rian" putra merangkul sila untuk duduk di dekat nya, dirumah sila sibuk menyusun buku buka yang baru saja dia beli untuk dia bagi kan pada anak anak jalanan "non ada tamu" "siapa bik" "den Rian non" "oh ada bik ayah dan kak sela kan sudah berangkat ke kantor" "gak tau non tapi tadi dia bilang mau nganter sesuatu tapi nyonya lagi pergi arisan" "iya sudah aku temui dulu" sila turun kebawah dengan hanya menggunakan piama tidur bergambar keropi, yang membuat dia makin mempesona "ada apa ya" "ini ada titipan dari om putra,kata nya Tante dan....."Rian terdiam binggung mau memanggil apa untuk wanita di depan nya itu "sila"sila mengambil paper beg itu dengan canggung karna baru kali ini dia berhadapan dengan laki laki selain ayah nya "oh iya sila kamu dan Tante Sarah harus siap siap jam 7 om putra jemput" "klok ayah bilang begitu nanti aku sampai kan sama mama"sila berjalan meninggal kan Rian"terimakasih"sila berhenti dan berbalik "terimakasih" dan berlari naik ke atas karna malu,Rian tersenyum melihat tingkah sila "menggemas kan"Rian pergi setelah pamit kepada bibik "astaga kenapa aku segugup ini sampai lupa ngucapin terimakasih bego banget si malu jadi nya"rutuk sila pada diri sendiri, tepat jam 7 keluarga putra sudah berkumpul di acara peresmian itu "malam om Tante sela dan..."Rian sengaja menggantung kalimat nya hanya ingin menggoda gadis yang sudah membuat hati dan fikiran nya tidak tenang,putra melirik putri bungsu nya itu, sila yang mengerti dengan tatapan ayah nya itu "sila"dengan ketus dia menjawab dan pergi, putra dan sara hanya saling pandang bingung dengan tinggah putri bungsu nya itu, sedang kan sela hanya tertawa melihat Rian menggoda adik nya itu. sila merasa bosan di dalam sehingga dia memutus kan pergi ke teras yang terdapat kolam ikan yang sangat indah "Hay" sila terlihat kaget dengan melihat Rian sudah ada di belakang nya "maaf ngagetin ya" Bukan nya menjawab sila beranjak ingin pergi,tapi Rian menarik pergelangan sila "mau ke mana maaf aku gak bermaksut mengganggu" sila melirik tangan Rian yang belum melepas tangan nya itu."eh maaf" dengan canggung Rian melepas tangan nya "sila sedang apa di sini" Rian memecah keheningan di antara mereka meski sila tidak banyak menjawab hanya sesekali tersenyum dan tertawa karna tingkah konyol Rian tapi Rian sedikit tau bahwa sila banyak menghabis kan waktu nya di taman pinggir kota dia berjanji akan menemui sila di sana. "sel adik mu canti aku jatuh cinta sama dia bagai mana menurut mu"sela yang duduk di kantin melirik teman nya itu"silahkan kalok kamu mencintai sila tapi liat aja klok kamu brani nyakitin atau buat dia nangis" "tenang aja aku mencintai dia tulus tapi kamu bantu aku ya,aku titip ini buat sila" Rian menyerah kan kertas berwarna pink kepada sela "cieeee yang surat suratan"sila dan Rian hanya tertawa mendengan teman teman mereka, tidak heran jika banyak yang mengira Rian dan sela pacaran karna kedua nya sangat dekat tidak jarang Rian mengantar sela pulang dan makan bersama seperti sekarang ini, di rumah sila sedang membuat kue untuk ayah nya, sila anak yang rajin pintar memasak dan membuat kue tidak jarang putra membujuk nya untuk mengembang kan kemampuan nya itu, tapi sila selalu menolak dengan alasan ingin fokus pada anak anak jalanan yang membutuh kan dia "sil ini ada titipan dari penggemar" Sarah yang penasaran mendengan kata penggemar menghampiri ke dua putri nya itu "siapa si kak penggemar nya" "apa si mah kak sela iseng pasti aku mana ada penggemar keluar rumah aja jarang" "buka dan baca dulu"sila membuka kertas itu "Hay sil aku tidak punya nomer telfon mu jadi aku mengirim surat lewat kakak mu cuma mau bilang kamu cantik Rian" "cieeeee sela dan Sarah menggoda sila setelah tau isi surat itu "apa'n si kak mamah jugak pasti kalian yang ngerjain aku"sila berlari ke kamar nya dan membawa serta surat nya, "itu dari siapa kak" "Rian mah" "Rian yang waktu itu kan" "iya mah dia bilang dia suka sama sila" "masa si " "iya mah apa mamah gak memperhatikan mereka sela pikir sila juga merasakan hal yang sama" "maksud kamu saling suka" "iya mah kalok gak percaya liat aja nanti" di kamar sila terus tersenyum dan membaca surat itu berulang ulang dia tidak abis fikir dengan kekonyolan Rian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN