Alda hendak mendekat, tetapi tiba-tiba Faris menghentikan langkahnya. Sontak Alda terkejut, dari mana suaminya tahu, bukankah saat ini Faris sedang bekerja di kantor. Alda menatap sang suami, sementara Faris menggelengkan kepalanya. "Mas, kasihan .... " "Sayang, kamu hampir celaka gara-gara dia, lebih baik sekarang kita pulang." Faris memotong ucapan istrinya. "Iya, Mas. Aku tahu, tante Ratna memang jahat, tapi aku tidak tega melihatnya seperti ini," ungkap Alda. Seketika Faris terdiam, hati Alda benar-benar mulai. "Terbuat dari apa hatimu, sudah disakiti tapi kamu masih mau memaafkannya. Aku akan nyuruh orang untuk membawanya ke rumah sakit, tapi kamu harus ikut aku pulang," putusnya. "Terima kasih ya, Mas." Alda tersenyum, lantaran Faris mau mengabulkan permintaannya. "Sama-sam

