Dua puluh menit kemudian, kini mereka sudah dalam perjalanan untuk mencari tahu gejrot permintaan Alda. Faris terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sementara itu, Alda memilih untuk melihat ke luar jendela, sesekali ia tersenyum membayangkan nanti setelah anak yang dikandungnya itu lahir. "Mas seandainya nanti pas aku lahiran, terus aku nggak selamat. Apa kamu akan menikah lagi?" tanya Alda. Seketika Faris menginjak rem, setelah mendengar pertanyaan yang Alda lontarkan untuknya itu. "Aduh." Alda mengaduh, saat kepalanya tetpentok lantaran mobil tiba-tiba berhenti. "Kenapa kamu ngomong kaya gitu, aku nggak suka denger kamu ngomong kaya gitu," ujar Faris. Entah kenapa hatinya terasa sakit saat mendengar perkataan istrinya itu. "Kan aku cuma tanya." Alda menatap lekat waja

