Waktu berjalan begitu cepat, pukul tiga sore Alda sudah diperbolehkan pulang. Sejujurnya Alda meminta pulang sedari siang tadi, tapi dokter belum mengizinkan. Terlebih tubuh Alda yang masih lemas, tapi wanita berjilbab itu terus memaksa. "Nayra nggak rewel kan, Mas?" tanya Alda, memang Riyanti membawa pulang cucunya terlebih dahulu, itupun atas saran dokter. "Nggak kok, kata mama anteng," jawab Faris. Mendengar itu, hati serta pikiran Alda menjadi tenang. "Syukurlah, auh." Alda hampir saja terjatuh jika Faris tidak sigap. "Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Faris dengan raut wajah khawatir. "Aku nggak apa-apa kok, Mas. Cuma tadi rasanya tiba-tiba pusing banget," jawab Alda sembari memijit pelipisnya. "Kita kembali ke .... " "Enggak apa-apa kok, Mas. Aku mau pulang, aku ing

