24

1161 Kata

Anna menelungkupkan kepalanya dimeja, kepalanya terasalebih berat dari tadi pagi. Tidak ada suara apapun di kelas kecuali suara dengkuran halus dari nafasnya. Dia juga sudah lega, tadi Farah sudah mendapatkan keadilan. Andi, Weldan, dan Tara sudah mengaku tadi di kantor guru. Walau perasaannya sedikit berkecamuk, tetapi sudahlah, itu sudah berlalu. Sayup-sayup Anna mendengar langkah seseorang berjalan ke mejanya, lalu menarik kursi dan duduk tepat disampingnya. Anna fikir, mungkin itu hanya temannya. Jadi tak perlu ribet mendongak dan melihat siapa yang datang. Toh hanya temannya. "Masih marah sama gue ya?" Anna reflek menegakan tubuhnya, lalu melirik orang di sampingnya,tepat di retina matanya. Anna masih tidak bergeming. Keduanya hanya saling pandang, sampai Anna berdeham untuk mencai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN