Bab 43. Yang Rapuh Dari Dalam

1353 Kata

Siang itu panas menusuk ubun-ubun. Di dalam rumah besar yang hening, Damian duduk sendiri di ruang kerja, menatap layar laptop yang hanya menampilkan lembar kosong. Sudah berjam-jam sejak ia membuka dokumen itu, tapi tak satu pun kata yang mampu ia ketik. Pikirannya masih tertinggal di semalam—saat Jo menatapnya dengan mata dingin, dan Meysa berdiri di belakang pria itu. Tatapan yang lebih menyakitkan dari tinju mana pun. Ia tahu. Ia kehilangan semuanya. Ketika bel rumah berbunyi nyaring, Damian nyaris tak bereaksi. Sampai suara langkah-langkah berat dan ketukan yang tak bisa disalah artikan terdengar dari depan. “Damian.” suara tegas dari balik pintu membuat jantungnya mencelos. Ia membuka pintu, dan di hadapannya berdiri dua polisi berseragam lengkap. Salah satunya mengeluarkan surat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN