Bab 40. Kesepakatan

1470 Kata

Jo duduk di salah satu kursi ruang konsultasi. Tubuhnya tegak, tapi sorot matanya masih kacau. Pintu terbuka perlahan, dan seorang dokter perempuan paruh baya masuk, mengenakan jas putih dengan name tag: dr. Riani, Sp.KJ. "Pak Jo?" sapanya lembut. Jo berdiri sejenak untuk menyambut, lalu kembali duduk setelah dipersilakan. "Apa Meysa … baik-baik saja?" tanyanya pelan, nyaris takut mendengar jawaban. Dokter Riani menghela napas, membuka map di tangannya, lalu menatap Jo dengan ekspresi tenang—profesional, tapi penuh empati. "Secara fisik, luka-lukanya tidak terlalu parah. Memar, lebam, ada satu goresan di bagian pergelangan tangan, tapi tidak terlalu dalam. Kami sudah lakukan visum luar, dan ... hasilnya sudah cukup jelas untuk dilanjutkan secara hukum." Jo mengangguk, rahangnya menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN