Kevin memejamkan matanya lelah. Kali ini ia benar-benar istirahat di atas pembaringannya. Setelah hampir seharian tubuhnya terus saja bekerja, akhirnya ia bisa santai juga. Punggung Kevin rasanya ingin patah. Untuk meluruskannya saja rasanya Kevin tak bisa. Namun, setitik ketenangan membuat hati Kevin terasa tenteram. Setelah bertemu anak-anak itu, Kevin berjanji untuk datang lagi bertemu mereka. Kevin pun sudah mengetahui jadwal mereka belajar di bawah jalan layang. Ia bahkan berjanji akan memperkenalkan Jumi nanti. Sepertinya, Kevin memiliki satu rumah lagi untuk dirinya pulang. Di sana ia menemukan kenyamanan dan kebahagiaan, persis seperti Jumi. Mereka mungkin akan menjadi sumber kebahagiannya yang lain. "Ngantuk banget, tapi perut laper," gumam Kevin masih dengan mata yang tertutup.

