Kevin menatap dengan lekat gedung di depannya. Hatinya tiba-tiba saja dirundung keraguan untuk memasuki tempat tersebut. Ada banyak hal yang kini berputar di kepalanya. Namun, Kevin tak bisa menghentikan langkahnya. Ia harus masuk ke dalam sana untuk bertemu teman-temannya. Kevin berusaha meneguhkan hatinya sekali lagi. Setelah mendapat kepercayaan dari sang ayah, Kevin justru merasa takut. Ia takut dirinya tanpa sadar melakukan hal yang akan membuat ayahnya kecewa. Dari luar saja, Kevin sudah dapat melihat gemerlap lampu dari sela pintu. Meski warna gedung cenderung hitam, tetapi hingar-bingar yang berada di dalamnya tak dapat tertutup sempurna. Orang yang sedang lewat saja pasti akan langsung tahu tempat apa itu. Mobil yang berjejer dengan rapi adalah pertanda jika hanya orang-orang den

