Raul kembali tersungkur ke tanah seperti sebelumnya,kali ini tidak sekuat tadi "Argg" erangnya kesakitan, seseorang menatap nya tajam dan sulit di artikan. "Harus nya kamu lebih hati-hati Raul!" Teriakannya di depan wajah pemuda yang bernama Raul itu. "Terimakasih guru!...maafkan saya,saya terlalu ceroboh," Raul bertekuk lutut memohon maaf pada seseorang yang menolong nya tadi yang ternyata adalah gurunya sendiri, "maafkan saya,saya benar-benar tidak melihat pangeran karena penampilan nya yang tak seperti biasanya guru". "Hampir saja kita tertangkap karena kecerobohan mu dan semua rencana kami akan gagal Raul!!!" lagi-lagi kakek tua itu meneriakinya membuat Raul kembali memohon maaf padanya. "Saya janji guru,ini terakhir kalinya saya bertemu dengan nya." pungkasnya penuh dengan kesun

