Raman duduk di sisi ranjang, memerhatikan setiap inci tubuh gadisnya yang di balut gaun putih. Ini sudah hari ke 7 gadisnya tak sadar diri sejak kejadian mengerikan seminggu lalu, Raman mengehela nafas panjang dan menggenggam tangan gadisnya yang lemah. "Ayo bangun...kita sudah bersama sekarang dan tak ada lagi orang yang pisahkan kita,kamu sudah jadi milikku. Bangun sayang!!!" Raman mencium punggung tangan Rania dan air matanya tak bisa lagi di tahannya. Dia bahkan belum bisa memaafkan dirinya sendiri atas kendala yang menimpa Rania... Sesuai yang di katakan kakek Danu pada Raman,saat bulan mulai naik maka gadis itu akan sadar,tapi kenyataannya dia masih belum membuka matanya sedikit pun. "Rania belum bangun?" Seseorang datang dan menanyakan hal yang membuat Raman langsung menggel

