Pedang saling beradu tanpa henti nya mengeluarkan bunyi nyaring di seluruh penjuru ruangan,adu ketangkasan antara siapa yang akan mati lebih dulu dan siapa yang selamat,dendam dan ketamakan beradu jadi satu dalam rumah tua itu. Nagata menahan sakit karena sabetan pedang namun sejenak kemudian dia tertawa terbahak-bahak menatap Ki Ageng yang masih memegang pedangnya. "Kali ini kau boleh menang kakek tua! tapi lihat saja nanti kau pasti akan mati ditangan ku!!." dengan sigap Nagata meraih tangan Pawana dan membawa nya menghilang.* Disisi lain seorang pria tengah berlari ngos-ngosan masuk ketengah hutan sambil terus memanggil nama seseorang yang di harapkan bisa menyelamatkan nya dari kejaran orang-orang di belakang nya,di benaknya adalah bagaimana cara agar pedang suci itu selamat me

