Raman menceritakan tentang apa yamg di dapatkan nya dari kakek Danu,dan semua keluarganya mendukung nya,tapi Raman masih memikirkan nasip Rania nanti yang tak akan bisa pulang ke alamnya. Digenggam nya dengan erat tangan gadis itu,tangan yang sudah lemas selama 2 hari ini,tak ada lagi rengekan manja yang meminta ini itu padanya,dan tak ada Omelan kecil yang di dengar Raman saat dengan tiba-tiba mencium gadis itu. "Maafkan aku, karena aku kamu harus terbaring seperti ini,aku memang tak berguna! Maafkan aku sayang.." Raman tak kuasa menahan air matanya,dia sudah janji akan melindungi gadis itu tapi nyatanya dia malah membuat nya seperti mayat hidup. "Tenangkan hati mu nak,dia akan baik-baik saja" seseorang menepuk pundaknya pelan,Raman baru sadar ada orang lain disana. "Paman.." "Paman t

