SAAT SANG RATU MEMINTA JATAH

1137 Kata

“Tolong aku Im! Sakiiiiit!” teriak Kesi menyayat hati, tetapi Saimah tak bisa berbuat apa. “Gak perlu minta tolong. Temanmu itu tak bisa bergerak. Hanya jadi saksi saja bahwa begitu janin lenyap, kamu telah resmi jadi pengantinku,” ucap sosok berbulu lebat yang kemudian menjilati perut Kesi yang berlubang. Ajaib! Lubang menganga seketika lenyap tak berbekas dan perut Kesi kembali utuh seperti semula. Sosok berbulu bangkit lalu menyeringai ke arah sang wanita. “Kau calon pengantinku. Tak ada yang boleh memilikimu. Kita menikah di bulan purnama,” jelas sosok mengerikan di depan Kesi masih dengan tetesan darah belepotan di mulut dan giginya. Beberapa kali Kesi menjadi pendamping ritual dan juga mengalami hal mistis, tetapi hanya saat ini, ia merasakan kengerian yang luar biasa. Sekujur tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN