“Jadi, apa yang akan Daddy lakukan pada Kak Rebecca?” Segelas air sengaja Rowena letakkan di dekat tangan Nelson yang mengepal kencang di atas meja. Wanita itu begitu licik mencuri perhatian Nelson, seolah-olah dia sangat peduli pada Nelson yang naik darah. Padahal Rowena ingin memonopoli emosi Nelson untuk menilai bahwa hanya dirinya sosok putri perhatian dan penyayang. Dengan naifnya Nelson terpedaya. Dia sudah tersenyum hangat ketika mata berpadu dengan Rowena yang duduk di depannya. “Aku akan ke London dan menemui anak tidak tahu diri itu.” “Daddy akan ke sana?” suara Rowena setengah menghardik karena tak mempercayai. “Menurutmu aku akan diam saja melihat sikap kurang ajar kakakmu itu?” Geraham Rowena telah berpadu kasar di dalam mulutnya. Wanita itu sangat kesal mendengarkan ucap

