Rebecca kehilangan akal menafsirkan ucapan Glenn. Batinnya berharap situasi itu adalah kekonyolan yang dihadapi pasca sadar dari pingsannya. Walau luka yang menganga di hati sudah mengering, Rebecca sudah mampu menata kembali kehidupannya yang hancur satu bulan lalu. Dia setengah mati mengobati luka, melenyapkan trauma sakit dan memeluk tubuh yang kesepian. Lalu ... omong kosong apa itu? Rebecca hamil? Rasanya dia ingin tertawa mendengar konyolan ini. “Jangan bicara omong kosong padaku, Glenn!” geram Rebecca tak main-main dalam memberikan peringatan. Glenna menatap dingin Rebecca. “Apa menurutmu aku adalah pria yang suka berbicara omong kosong?” Alih-alih menjawab, malah Glenn membalikkan ucapan Rebecca. Tubuh Rebecca membeku diam seribu bahasa. Lidahnya kelu seakan tidak mampu meng

