Tidak ada satu pun kata-kata yang keluar dari mulut Glenn, padahal di depan meja kerjanya Eric sedang menyampaikan informasi perkembangan dari beberapa pekerjaan. Tatapannya terpaku lurus pada laptop di meja kerja. Sementara telunjuknya sedang mengetuk-ngetuk meja hampir di sebelah laptop, keseriusannya itu seolah sedang saksama mendengarkan Eric berbicara. Pada kenyataannya, hanya raga Glenn yang berada di ruangan kerja itu lalu pikirannya sudah melayang pada sesuatu yang sulit dilupakan-adalah Rebecca yang sejak tadi menguasai pikiran Glenn. Fokusnya pada pekerjaan terpecah sejak berpisah dengan Rebecca di klinik. Glenn merasa kesal pada Rebecca yang keras kepala. Padahal dia sudah menunjukkan itikad baik dengan tidak menjadi pengecut. Dia merasa sudah bertindak tepat dengan datang k

