Gerakan wanita si pengancam bukan sembarangan menggertak, dia bersikap nyata lewat pisau di tangannya yang menekan ke leher Rebecca tanpa rasa peduli. Aksi keji itu membuat Rebecca mematung kaku dan menuruti apapun yang diucapkan oleh si pengancam. Rebecca semakin tidak bisa berkutik ketika pelayan yang sesungguhnya masuk dari pintu depan dengan keadaan sama seperti dirinya, yaitu sama-sama dibekap mulutnya dan diancam dengan pisau oleh pria–si pengancam yang lainnya. “Private lift itu bisa terhubung ke basement. Seperti tadi ketika menyusup ke sini, kita bisa kembali memanfaatkan pelayan ini untuk menggunakan akses keluar itu dan membawa wanita itu pergi,” ucap pria yang menyandera pelayan. “Bagus! Ikat dan tutup mulut pelayan itu sebelum kita bergerak ke sana!” wanita yang menyandera

