43. Release

1541 Kata

Sherin bertahan di Singapura hanya dua hari, selebihnya ia turut terbang ke Makassar untuk menghadiri pemakaman Jihane. Sesuai wasiat, sang ibu meminta dikebumikan di tanah kelahirannya. "Kak Sherin nggak nginep aja? Hmm... itu,, Oma sempat nanyain tadi." Sheila berucap ragu. Terlihat sekali kalau ia sedang memberanikan diri mendekat dan berbincang dengan Sherin yang sudah berdiri di sebelah mobil hendak bertolak ke bandara. "Aku langsung balik, banyak kerjaan," jawab Sherin enggan mengakrabkan diri dengan kedua adiknya yang lain. Toh masih banyak keluarga dari pihak Jihane atau suami keduanya yang akan mendampingi dua remaja itu setelah orang tuanya tutup usia. "Hmmm... ya udah, hati-hati, Kak. Hmm ..." Sheila mendadak gugup ketika tangannya meraih sesuatu dari saku jaketnya. "Mami bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN