“HAPPY BIRTHDAY SHERINTAAAA!!!” Sherin membuka matanya setelah menunduk membuat harapan di usianya kali ini. Wita dan Lila langsung berhambur memeluk dari kanan kiri perempuan cantik itu sambil memegangi kue ulang tahun dengan hiasan lilin berbentuk angka dua dan sembilan di atasnya. “Thank you, Bestie … yaaah, tambah tua deh gue,” sahut Sherin lantas meniup lilin yang menyala di atas kuenya. “Apa harapan terbesar lo tahun in—” pertanyaan dari Lila tersela begitu saja ketika ketiga sahabat itu mendengar suara ketukan di pintu utama. “Siapa ya?” lirih Sherin terkesiap, sedikit takut membayangkan ada orang asing yang datang ke rumahnya di malam hari seperti beberapa bulan yang lalu. “Anto kali,” sahut Wita memelankan suara. “Pak RT kali ya, tapi kan kita nggak terlalu berisik.” Lila m

