‘’Kau benar-benar sudah bisa?’’ tanya Alan menoleh setelah menghentikan mobilnya di depan lobi Mohika. Hari ini dirinya mengantar langsung Aria setelah kemarin hanya istirahat di rumah. Aria mengangguk pelan. ‘’Hari ini rapat evaluasi tentang pembangunan retail yang sudah hampir lima puluh persen.’’ ‘’Baiklah, aku juga telah menghubungi Giano untuk membantumu.’’ ‘’Alan, Giano tahu tentang pekerjaannya.’’ ‘’Aku mengerti Sayang, tapi kau baru saja pulih dari kemarin,’’ balas Alan memegang wajah istrinya itu. ‘’Ya, kalau begitu aku masuk terlebih dahulu. Kau hati-hati di jalan,’’ ujar Aria lalu memajukan sedikit badannya untuk mengecup singkat bibir suaminya itu. Alan hanya mengulum senyum sambil mengangguk pelan. Setelah melihat punggung istrinya menghilang dari balik lobi yang masuk k

