Wajah Aria tampak lelah setelah berjibaku dengan tumpukan dokumen serta pertemuan dengan beberapa rekan bisnis. Ia yang pada awalnya ingin langsung pulang dari kantor menuju apartemen, kini memutar balik mobilnya menuju ke tempat yang lain. Tempat tersebut adalah makam dari Nara. Meski hari mulai hampir gelap, namun hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk mengunjungi salah satu tempat tersepi di muka bumi. Tidak lupa Aria membeli sebuket bunga untuk laki-laki yang memiliki hubungan yang begitu kompleks dengannya. Laki-laki yang telah menjadi layaknya saudara, teman, musuh hingga kekasih. Hubungannya dengan Nara tidak terdefinisikan dengan hanya satu kata. Namun perasaan sayangnya kepada lelaki itu tidak pernah luntur. Walaupun tubuh Nara saat ini telah menyatu dengan tanah, tetapi

