Aria duduk berhadapan dengan Alan di ruang tamu rumah mereka saat ini, dengan koper dan tas berisi pakaian keduanya. Wanita itu mengernyitkan dahi sesaat, sebelum memandang suaminya itu. ''Kenapa kau kembali?'' Alan hanya tersenyum tipis sambil mengerjap sekali. ''Karena aku ketinggalan pesawat.'' ''Tapi kau sudah membeli tiket yang baru dan akan berangkat sebentar lagi tadi.'' Aria benar-benar tidak menduga bahwa orang yang memencet bel rumah adalah Alan. Lelaki yang telah mengimpikan untuk liburan ke Swiss selama dua minggu terakhir, dengan persiapan yang begitu matang. Punggung Alan yang awalnya bersandar, kini maju ke depan dengan menangkupkan kedua tangannya di atas paha. Pandangannya juga menunduk, tidak melihat ke arah Aria, seperti istrinya menatapnya saat ini. ''Entahlah ..

