Alan memijat pelipisnya begitu melihat Aria sudah memakai setelan kerja. Ia terlambat bangun dan sudah melihat penampilan istrinya yang rapi. ‘’Kau benar-benar bersemangat untuk pergi bekerja,’’ ujar Alan kini mengubah posisi tubuh menjadi bersandar pada bahu ranjang. Aria menoleh sekilas, lalu menyisir rambutnya untuk kemudian diikat ekor kuda. ‘’Kau lihatkan kemarin aku sangat sehat bugar, jadi jangan khawatir.’’ ‘’Tetap saja kau masih dalam trimester pertama,’’ balas Alan kemudian bangkit dari tempat tidur dan mendekati Aria. Memeluk secara halus istrinya itu dari belakang. ‘’Aku akan berhati-hati, jadi kau bisa mandi sekarang? Bukankah kau bilang akan mengantarku sampai di depan ruangan kerjaku?’’ Teringat akan ucapannya sendiri membuat Alan mengecup singkat pipi Aria sebelum menu

