Rumah sakit yang dituju Alan untuk membawa Aria ternyata rumah sakit di mana para pasien kecelakaan beruntun juga dirawat. Keadaan yang sibuk dan penuh riuh dapat dilihat serta dirasakan oleh Aria. ‘’Alan, sebaiknya kita pulang saja,’’ ujar Aria bergelayut pada lengan suaminya itu. Alan memegang tangan istrinya, agar bisa membuat wanita itu tenang. ‘’Tidak, aku takut kau kenapa-kenapa, karena aku langsung memutar mobil secara mendadak. Itu memberikan efek hentakan yang cukup keras bukan?’’ Aria mengangguk singkat. Jika saja ia tidak mengingat akan keadaan dirinya yang mungkin berbadan dua, maka sudah pasti ia akan memaksa agar pulang saja. ‘’Tunggu di sini, aku akan memesan kamar agar kau lebih nyaman diperiksa,’’ ujar Alan meninggalkan Aria sejenak di Unit Gawat Darurat. Meski tempat

