Bab 18 - Untuk Yang Terakhir

2243 Kata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Setiap kali mengaji, Abyan selalu ingin duduk di sebelah bu Sabria-nya. Seperti dia tidak ingin lepas dari Claudia. Harapan untuk mendapatkan Ibu baru masih Abyan perjuangkan. "Andai saja Ibu bisa menjadi Ibu Byan di rumah, pasti setiap saat bisa berdekatan seperti ini." "Apa Ibu boleh menitip surat lagi padamu untuk diberikan pada ayah Mario?" "Tentu boleh, Bu!" Untuk kedua kalinya Claudia memberikan surat itu pada Abyan. "Apa isinya?" "Berikan saja." Claudia tersenyum. "Kapan aku harus memberikannya?" "Sepulang dari tempat ini, kamu harus memberikannya langsung." "Siap, Bu, akan Byan laksanakan. Apa sih yang tidak untuk Ibu?" "Apakah kamu menyayangi Ibu?" Abyan mengangguk. "Tentu. Byan sangat menyayangi bu Sabria. Ibu itu perempuan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN