Bab 22 - Malam Yang Indah

2135 Kata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Mario memasuki kamar, mendapati Claudia yang baru melipat sajadah dan meletakkannya ke dalam lemari. Dia masih memakai gamis. Semenjak Magrib tadi, Mario berdiam diri di Masjid sampai waktu Isya. Di sana dia berzikir dan mencoba menenangkan otak dan hati yang seringkali bergulat menciptakan kemelut. Dia mencari jalan keluar atas semua permasalahan yang ada. Ia tahu, dirinya telah menyakiti Claudia. Tapi dia pun tidak bisa berbohong, bahwa dirinya belum bisa melupakan Aiza dan menggantikan posisi Aiza di hatinya. Mario sempat bersujud memohon maaf. Dia sendiri yang telah menjadikan Claudia istri, jadi dia harus bertanggungjawab. Mario akan mencoba. "Maafkan aku, Clau. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu menangis." Begitulah yang Mario katakan di be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN