Bertemu Damien pagi ini rasanya campur aduk. Ada senang tapi sekaligus ada perasaan canggung dan takut terluka. Aku memilih skenario terburuk jadi aku harus mematikan perasaan suka itu saat melihatnya. “Dia Andre, mulai sekarang dia pengawalmu.” Damien memperkenalkanku pada Andre, lelaki setinggi Tobias tapi memiliki tubuh yang kencang dan lebih atletis. “Dia Isyana, mulai sekarang kamu harus menjaganya dengan nyawamu.” Aku mendecih, terlalu berlebihan jika harus menjagaku dengan nyawanya yang berharga. Nyawaku juga berharga tapi tidak perlu sampai menggunakan nyawa orang sebagai pengganti nyawaku. “Aku tidak ada rencana keluar hari ini. Kamu bisa melakukan apapun sesuai perintahnya.” Aku menunjuk Damien dengan dagu. Andre, lelaki berkulit kuning langsat itu hanya berdehem sambil me

