Bab 26

1008 Kata

Saat hati berbunga-bunga, apakah senyum terbentuk secara otomatis? Karena itulah yang terjadi padaku. Saat Damien menyerahkan sebuah kotak hitam sebesar kotak sepatu, perasaanku seperti dibawa naik wahana biang lala. Saat menyentuh tutupnya saja, serasa bisa melihat kembang api yang besar dari puncak biang lala. Jantungku berdetak kencang saat membukanya, membayangkan sesuatu yang indah ada di dalamnya. Tapi saat harapan itu tak terwujud, bibir yang tadinya melengkung ke atas seketika melengkung ke bawah. “Apa ini?” tanyaku sambil memandang sebuah alat serupa alat cukur rambut. Damien tidak ingin aku mencukur rambut kan. “Alat kejut listrik. Kamu harus selalu membawanya di tasmu. Meskipun kamu ada pengawal, kamu tetap harus membawanya.” Damien sukses membuatku mengembuskan napas berat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN