Malam sudah sangat larut saat Andre datang dengan pengamanan dua lapis. Tiga mobil berbaris dan berhenti tepat di depan kami bertiga. Andre membuka pintu dan Damien mendorongku masuk mobil bahkan membantuku menarik sabuk pengaman. Sebuah perlakuan kecil yang terasa istimewa. Range rover yang diapit Pajero itu berjalan beriringan dengan kecepatan tinggi. Mobil masuk tol, jalanan yang gelap kecuali yang terkena sorot lampu dan keheningan, membuat suasana begitu mencekam. Meski badanku remuk redam, tapi alarm bahaya masih terasa, membuat mataku tak bisa terpejam. Semua hal yang terjadi padaku berputar di ingatan, seperti sebuah video yang ditayangkan ulang. Aku memandang gawai yang memajang foto Ginanjar, nama yang menjadi nama folder di salah satu memory card yang kutemukan dalam kotak r

