Bab 60

1007 Kata

Berjalan dengan menggamit lengan Damien membuatku merasa dunia adalah milik kami berdua. Klise, tapi itu juga yang kurasakan. Perasaan bahagia yang kurasakan bersamanya, berbanding terbalik dengan perasaanku kepada Tobias. Lelaki itu masih saja melakukan aksi tutup mulut. Aku meletakkan kue di atas nakas lalu mengambil alat makan yang selalu kusimpan di dalam laci pertama. Mengambil dua piring dan dua sendok. Memotong dua slice kue dan kuletakkan masing-masing satu slice. Aku menyerahkan satu ke papa, dengan lahap ia menikmati kue yang sangat lezat itu. Sementara satu lagi kuberikan kepada Tobias. Ia tak menerima juga tak menolaknya. “Jangan kekanak-kekanakan. Kamu bukan bocah yang terus saja ngambek kalau tidak dituruti,” ejekku. Sesaat mata Tobias melebar, pasti tak percaya aku b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN