Delapan belas

1515 Kata

Kalau boleh, Raihan ingin kembali lagi ke masa kecilnya. Yang mana dia bisa dekat dengan Raina, kapan pun dia mau. • • • Siang ini Raihan berniat untuk pulang ke rumahnya untuk mengambil pakaian ganti Mirna, sekalian dia juga ingin mandi dan mengobati luka memar pada wajahnya sejak kemarin. Setelah membenarkan posisi selimut Mirna, cowok itu mengusap kepala Mirna, lalu mengecup singkat kening Mirna. "Cepat sembuh, Bun," bisiknya tepat di telinga bundanya yang terus saja terbaring dengan mata tertutup. Line! Tiba-tiba bunyi pada ponselnya memekakan keheningan ruang rawat inap bundanya. Raihan melirik ponselnya sekilas. Kemudian mengabaikannya lagi. Ternyata chat yang baru saja masuk itu berasal dari Raina. Raihan sama sekali tidak ada niat untuk membaca chat tersebut. Apalagi membalas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN