Raihan sayang Bunda, Raihan gak butuh Ayah. Raihan Tanujaya Putra • • • "Gue." Pelan-pelan Raina membuka matanya. Mendapati Raihan sudah berdiri tegas di sampingnya, menahan pergerakan tangan Clara. "Gue yang ngajarin dia buat ngelawan orang kayak lo!" Clara mencoba membebaskan tangannya dari cengkraman tangan Raihan. Tetapi tidak berhasil. Terlalu kuat. "Lo kenapa, sih, ikut campur aja urusan gue?!" "Jelas, gue ikut campur. Karena ini berkaitan dengan Raina!" bentak Raihan dengan nada tegas. "Kalau sampe lo apa-apain Raina," jedanya sebentar. "abis lo sama gue." ancam Raihan sambil mengebaskan tangan Clara. Gigi Clara bergemeletuk rapat. Kemudian wanita itu keluar dari kamar adiknya dengan hentakan keras pada langkah pertamanya. Untuk pertama kalinya dia tidak bisa mendapatkan apa

