Raina tidak terbiasa untuk hidup tanpa sosok Raihan di sisinya. Raina tidak bisa menanggung semua bebannya sendirian. Raina tidak mampu menanggung semua sesak yang menjelimat di dadanya sendirian. Raina butuh Raihan. • • • "Jawab Pa, jawab!" Raina mengguncang-guncangkan lengan Rafa, memaksa menuntut jawaban yang keluar dari mulut Rafa. Ia melirih dengan derai air mata yang mengaliri pipinya. "Ini semua salah Papa," Hanya itu yang bisa Rafa ucapkan sebagai jawaban. Karena mulutnya terasa sangat berat untuk bilang 'iya'. Dia sangat amat merasa bersalah pada anak gadis yang menatapnya sendu saat ini. Sudah. Semuanya sudah terkuak. Clara membeberkan masalalu itu pada adik tirinya tanpa bisa Rafa cegah lagi. Sepintar-pintarnya seseorang menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga baunya. Dan

