Tinggal Bersama

1952 Kata

"Hati-hati menyetirnya. Kau sendirian, apa perlu Bian saja yang antar." Jazmin menghapus peluh keringat Agam yang membanjiri dahi pria itu. "Wajahmu juga pucat ...." Jazmin begitu khawatir dan membuat Agam tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Dia senang saat Jazmin merawatnya dan memberikan kasih sayang dengan tulus. "Aku tidak apa-apa, jangan khawatir," ucap Agam, suaranya hampir terdengar berbisik. Laki-laki ini juga menarik pinggang Jazmin dan membawa wanita itu untuk duduk dipangkuannya. Ya, mereka sedang menduduki kursi kayu yang terletak di teras rumah. "Bagaimana bisa aku tidak khawatir?" Jazmin sedikit memeluk leher Agam dan menanggalkan seulas ciuman di puncak kepala laki-laki itu. Tentu, ada sepasang mata yang memperhatikan kegiatan keduanya. Siapa lagi kalau bukan Aksa Adi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN