Vena menggunakan tangan yang satunya lagi untuk melepaskan cengkraman Arata. "Makanan ini, aku akan menerimanya untuk menghargai usahamu. Terima kasih dan ... selamat tinggal." Gadis itu menarik bibirnya, membuat senyum yang terlihat dipaksakan. Dia berbalik dengan pelan dan berlalu meninggalkan Arata. Bahkan setelah menolakan yang kedua kalinya, Arata masih tersenyum memperhatikan punggung gadis itu ketika semakin menjauh. Semakin sulit digapai, semakin terpacu semangatnya untuk berusaha lebih keras. Grivena Athalia. Saat orang-orang memuji Arata berlebihan, dia malah menolaknya habis-habisan. Arata memandang punggung gadis itu menghilang setelah belokan. Dia jadi bingung dan berpikir. "Apa dia sakit? Kenapa harus berencana pergi secepat itu dariku?" Arata jadi khawatir. Dia berbal

