"Mengerikan juga ya, kalau tiba-tiba ada yang membuatmu kesal dan kau langsung mematahkan kaki tangan mereka." Gladies duduk di samping Vena yang sedang membereskan pakaiannya dan memasukkan itu ke dalam lemari dengan raut wajah yang tenang. Tidak ada rasa sebal yang dilihat Gladies setelah tadi siang mendengar Vena digiring masuk ke ruang BK. Juga tidak terlihat punya beban hidup yang perlu diceritakan kepada teman-temannya. Ekspresi Vena selalu datar. Hingga Gladies tidak bisa menebak apa yang ada dipikiran gadis itu. "Jemarimu lentik. Seperti ..." "Kau tidak lihat aku sedang berkemas?" Vena bertanya dengan nada ketus. Dia tak mau diganggu. "Ya. Aku melihatnya, tapi ..." Pintu terbuka. Roze datang dengan rambut barunya. Dia membuka sepatu dengan tergesa-gesa lalu naik ke tempat tid

