Vena sedang berjalan-jalan ketika tiba-tiba, sekelompok remaja putri menghalangi jalan. Salah satu dari mereka maju ke depan. Rambutnya pirang bergelombang. Matanya coklat dan memiliki bulu mata yang lentik. Dia seperti orang Magnolia dengan perawakan jangkung putih dan wajah yang terlihat dewasa lebih cepat. "Grivena Athalia?" panggilnya. Vena memandang dengan wajah datar dan dingin. "Iya?" sahutnya. Berdiri tak kalah tegas dari gadis di depannya. Walau tinggi gadis itu melebihi Vena dan harus menerima tatapan tajam yang merendahkan. "Bisa jelaskan apa yang sedang kau perbuat dengan tunanganku, di dalam foto ini?" Tangan kanannya mengangkat ponsel. Layar menunjukkan foto Vena dan Arata di depan kelas, dengan buket makanan yang diberikan laki-laki itu kepada Vena kemarin sore. "Itu

