"Vena! Ada apa?" Gladies menghampiri dengan cepat. Wajah khawatirnya terlihat jelas. Dia menyentuh lebam di pipi Vena. "Apa ini make up?" tanyanya. Vena meringis sakit. Menepis tangan Gladies dengan kasar. "Ini lebam beneran-" ucapannya menggantung. "Alex memukuliku dan Rachel." Mendengar nama tunangannya tiba-tiba disebut, Roze langsung menghampiri. Dia meringis sendiri ketika melihat lebam di wajah Vena. "Ada apa denganmu? Bagaimana dengan Alex? Apa dia baik-baik saja? Di mana dia sekarang?" Roze memegang kedua lengan Vena. Membabi buta melontarkan pertanyaan. Wajahnya sama cemas. Gladies mendorong Roze menjauh dari Vena. "Apa yang kau pikirkan? Teman kita terluka karena Alex, dan kau mencemaskannya?" Dia merasa kesal. Padahal sudah tak aneh kalau Roze bersikap kasar dan apatis. "

