Mulai dekat

1365 Kata

"Halo?!!" Vena berteriak selepas telepon dimatikan sepihak oleh Nara. "Sial," runtuknya. "Ada apa?" Arata menghampiri dengan dua buat hotdog di tangan. Satu dia serahkan kepada Vena. Gadis itu menerimanya dengan wajah sebal. "Kim Nara," jawab Vena dingin. "Apa kita ketahuan lagi?" Wajah Arata berubah khawatir sampai Vena menggeleng pelan. "Syukurlah kalau tidak. Jika dia memerahimu, katakan saja padaku. Aku akan membuatnya mengerti," lanjutnya. Kau takkan bisa melayaninya, batin Vena. Arata belum tahu saja watak Nara yang sebenarnya. Bahkan Vena yang sudah 8 tahun dengannya, masih tak mengerti dengan pemahaman wanita itu. Kolot, keras kepala, plinplan. Kadang baik kadang jahat. Vena dan Arata berjalan menuju taman untuk menikmati hotdog mereka bersama langit senja. Ketika melinta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN