bimbang

1037 Kata

Nara baru diizinkan pulang pukul 3 sore. Dia menatap layar ponselnya. Puluhan panggilan tak terjawab dari Vena memenuhi kolom pesan. "Apa Vena menelpon tadi?" tanya Nara pada Ichiro di sampingnya. "Oh ya?" Ichiro juga tak tahu. "Aku tak mendengar telepon mu berdering. Ada apa? Dia mengirim pesan?" tanyanya. "Hanya banyak panggilan tak terjawab. Aku khawatir dia kenapa-napa," kata Nara. Ichiro berjalan membuka pintu mobil. "Dia akan baik-baik saja. Ada Arata yang menjaganya." "Arata?" tanya Nara sambil memasuki mobil. Seolah tak menyangka kalau laki-laki itu masih hidup. Apa yang sebenarnya terjadi di Tulip? "Hmm," gumam Ichiro. "Kita bicarakan nanti saja. Kamu masih butuh istirahat." "Tidak. Aku harus menemui Vena sekarang juga." Nara ngotot dengan keinginannya. Ichiro menghel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN