Azzima tidak mengubah ekspresi wajahnya, meski tak bisa dia pungkiri sebenarnya pria itu sedikit senang dengan keputusan gadis itu. "Terserah," jawab Azzima, mengizinkan Gianna untuk tidur di kamarnya malam ini. Gianna menoleh penuh selidik pada pria yang saat ini tengah berjalan menuju meja makan. "Terserah?" gumam gadis itu. "Apa semudah itu?" tambahnya masih bergumam. "Selagi kau tidak mengganggu tidurku," ucap Azzima mengingati. Gianna pun bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju kursi makan dengan sedikit antusias. "Oke, oke, aku bukan tukang tidur yang suka mendengkur," ucap gadis itu memberi informasi. Gianna membantu Azzima menyiapkan makanan, ralat, menumpahkan makanan. Ketika Azzima hendak mengambil nasi, Gianna merebut centong nasi di tangan pria itu, berniat unt

