"Aaaaah." Gianna mendesah nikmat seraya meletakkan kembali gelas yang sudah kosong di atas meja. "Apa yang kau lakukan di sini?" Dia bertanya pada Bianca. "Aku hanya … " Bianca tergugu, bola matanya melirik Azzima seolah menyuruh pria itu untuk menjelaskan apa yang sudah dia ceritakan tadi. "Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kalian berdua saudari kandung?" Azzima menoleh pada istrinya. Gianna terbelalak, tak menyangka jika Bianca akan memberitahu Azzima lebih dulu tentang hal itu. Apa yang dia inginkan sampai harus menceritakan tentang itu pada Azzima? Pikir Gianna. Fokusnya pun kembali tertuju pada gadis di depan mereka. "Apa yang kau inginkan? Apa tujuan mu memberitahu suami ku tentang itu?" tuding Gianna. "A-aku hanya ingin meminta maaf," ucap Bianca merendah. Jelas sekali jika

