Gianna berlari sejauh mungkin untuk membuat jarak dari Devin. Pria yang tak lagi tampak seperti teman itu berjalan santai, mengikuti langkah Gianna ke mana pun gadis itu pergi. "Kau sudah lelah berlari?" Devin bertanya ketika menyadari napas gadis itu terengah. Gianna melangkah mundur dengan kaki dan tangan siaga. Dia siap memukul kepala pria itu jika diperlukan. Awalnya Gianna berpikir untuk berlari menuju pintu, hendak keluar dari apartemen. Namun Devin yang berdiri di dekat sana tentu akan langsung mengunci tubuhnya dan melakukan hal gila. Itu yang membuat Gianna berlari ke arah dapur saat ini. Dia menyadari tatapan Devin yang tertuju pada belahan dadanya yang sedikit terekspos sebab jubah mandinya awut-awutan. Gianna segera merapatkan jubah itu dengan tangan. Gadis itu benar-benar

