Ini pertama kalinya Gianna menginap di rumah mama dan papa mertuanya. Malam ini juga pertama kalinya Gianna melihat kamar lama Azzima. Sangat rapi, seperti yang dia tahu Azzima adalah pria yang rajin. Meski tidak pernah ditempati lagi, ajaibnya kamar itu tak diselimuti oleh debu. Semua itu karena Azalia yang sangat rajin bersih-bersih. Athaya tertidur di gendongan sang mama, sedangkan Azzima membawa tas berisi keperluan mereka dan bayinya. "Ini kamarmu?" Gianna bertanya. "Tidak mungkin kamar papaku kan," jawab Azzima. "Baiklah, aku akui kau pria yang sangat rajin membereskan kamar," pujinya. Azzima tersenyum penuh kemenangan, benar lah apa yang dikatakan oleh istrinya. Gianna menurunkan dan merebahkan Athaya di atas ranjang suaminya. Bayi itu tampak sangat menggemaskan jika tertidur

