Nina POV. Belum apa apa aku sudah di berikan kartu kredit unlimited oleh bang Aiden. Mau aku tolak, tapi yang dia bilang benar. Tentu dia yang harus belikan aku barang barang untuk seserahan pernikahan. Tapi yak ok tetap ada perasaan tidak enak?. Bagusnya rumahku mendadak ramai karena berita kalo aku akan menikah. Dari mulai kedua eyang yang datang ke rumah sepulang aku kerja, sampai telpon dari keluarga ayah yang memang ada di Bogor. “Cucu uti akhirnya ada yang lamar” komen eyang uti lalu menciumi pipiku karena aku sudah mencium tangannya juga tangan eyangku sampai mereka berdua mengundang aku duduk di antara mereka. Bunda tentu sudah ribet melayani kedua eyang yang pastinya akan tinggal untuk makan malam bersama kami. “Thor, Rine dan Loki udah tau soal inikan Kal?” tanya eyang kung p

