Part 15. Menikah

1842 Kata

Pagi hari ini mentari bersinar hangat dan bersahabat. Sesuai kesepakatan kemarin, Revan dan Nessa harus menikah hari ini, semuanya sudah dipersiapkan oleh pak haji dan pak Lurah, juga di bantu para warga yang tinggal di dekat rumah Nessa. Di dalam kamar seorang gadis duduk di depan cermin. Memakai kebaya putih sederhana namun terlihat sangat cantik. Nessa di bantu bu Yanti, wanita dewasa itu membantu memakaikan make up ke wajah Nessa. "Mbak Nessa cantik banget loh, jangan sedih ya mbak, jodoh dan rejeki sudah ada yang mengatur, anggap saja sekarang ini mbak Nessa sudah bertemu dengan jodohnya, kalau ibu lihat nih, mas Revky cakep juga, hihihi." celoteh bu Yanti saat membantu merias wajah Nessa. Nessa masih diam saja, gadis itu tak mengatakan iya ataupun bilang tidak. "Mbak Nessa, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN